IFFAH- MENJAGA KESUCIAN DIRI
Menjaga kesucian diri merupakan fitrah manusia. Setiap orang diberikan oleh Allah satu fitrah berupa kesucian. Dengan adanya fitrah ini, manusia berupaya mengawal kehidupannya.
Kisah 1
Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu 'anhu mengabarkan bahwa orang-orang dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak ada seorang pun dari mereka yang minta kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melainkan beliau berikan hingga habislah apa yang ada pada beliau. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun bersabda kepada mereka ketika itu:
“Apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta maka Allah akan memelihara dan menjaganya, dan siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya maka Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 6470 dan Muslim no. 1053 )1
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk ta’affuf (menahan diri dari meminta-minta), qana’ah (merasa cukup) dan bersabar atas kesempitan hidup dan selainnya dari kesulitan (perkara yang tidak disukai) di dunia.” (Syarah Shahih Muslim, 7/145)
PERKARA2 YG BLH MEWUJUDKAN IFFAH
Terdapat beberapa perkara yang boleh mewujudkan iffah yang harus ada pada diri seorang muslim/muslimah:
1) Ketakwaan kpd Allah.
Hal ini merupakan asas paling kukuh dalam mengusahakan iffah dlm diri seseorang. Ketakwaan adalah pengekang kpd seseorang dari melakukan perbuatan2 tercela yg dilarang oleh agama Islam. Taqwa akan mendorong seseorang itu untuk selalu berhati2 dlm melakukan pelbagai perkara samada sendirian ataupun sebaliknya.
Sabda Rasulullah S.A.W :
” bertaqwalah kpd Allah dimana shj kamu berada...”
2) Rasa malu
Malu adlh slh satu sifat terpuji. Seseorang yang memiliki sifat malu akan terhindar dari melakukan perbuatan keji, dosa & maksiat. Adalah lebih indah sekiranya sifat ini ada pada diri muslimah. Dengan adanya sifat ini, seorang muslimah akan selalu berada dlm fitrah kewanitaannya, tidak mendedahkan aurat, tidak meninggikan suara dan lain2.
3) Menundukkan pandangan mata (ghadhul bashar) dan menjaga kemaluannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
31. Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya. (An-Nur:31)
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah berkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat untuk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaganya dari perbuatan zina, liwath (homoseksual) dan lesbian, dan juga menjaganya dengan tidak menampakkan dan menyingkapnya di hadapan manusia.” (Adhwa-ul Bayan, 6/186)
4) Tidak bepergian jauh (safar) sendirian tanpa didampingi mahramnya yang akan menjaga dan melindunginya dari gangguan.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)
5) Tidak berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Karena bersentuhan dengan lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dalam jiwa yang akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah berkata: “Secara mutlak tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yang berjabat tangan denganya itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah radhiallahu 'anhu berkata tentang teladan kita (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam):
“Tangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menyentuh tangan wanita, kecuali tangan wanita yang dimilikinya (istri atau budak beliau).” (HR. Al-Bukhari, no. 7214)
Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yang dilakukan dengan memakai alas/ penghalang (dengan memakai kaos tangan atau kain misalnya) ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dalam masalah ini sifatnya umum dan semua ini dalam rangka menutup jalan yang mengantarkan kepada fitnah.” (Majmu’ Al-Fatawa, 1/185)
6) Tidak melakukan maksiat & menjauhkan diri dari perkara yang boleh mendatangkan fitnah.
Seorang muslim/muslimah yang bijak akan dapat memahami akibat daripada perbuatan2 buruk dan memahami cara2 yang digunakan oleh org2 yg bodoh untuk menyesatkannya.
Kesimpulan
Usaha yang dilakukan untuk mendapatkan Iffah bukanlah suatu yg mudah. Ianya memerlukan perjuangan jiwa yang bersungguh-sungguh dengan meminta pertolongan daripada Allah S.W.T.
RENUNGAN
69. Dan orang-orang Yang berusaha Dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak ugama kami, Sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan); dan Sesungguhnya (Pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang Yang berusaha membaiki amalannya.(AL-ANKABUT:69)


Tiada ulasan:
Catat Ulasan